Kamis, 25 Juli 2013

punjabi



Sering kutemukan...
Aku kesepian...dalam keramaian...
Tak jarang aku dapatkan...ceriaku dalam sepi...
Tak bisa ku mengerti
tak mampu kupahami
citra indah sulawesi
entah apa yang terjadi
aku hanya menikmati
nilai indah dalam sunyi...
Sungguh tak terganti
walau dengan sejuta bujuk rayu semesta
aku masih saja mendamba...
Diberi waktu... 
Untuk bisa sendiri saja...

 

jangan bosen main kesini ya...ane tunggu kedatangan agan selanjutnya....

alamat palsu


hahahah.. ikutan jadi 
aq juga cuma anak bawang kok... baru belajar... ^^
citra indah shopping street
puisi km bagus,, sering2 nulis dan berkarya untuk temukan dari gaya menulis yang jadi ciri khas km.. ^^

sebenernya bukan cuma masalah indah,
keindaha km yang tentukan sendiri,, yang terpenting apa makna yang mau disampaikan,, kepada siapa,, dan bagiamana km ingin menyapaikan..
sehingga puisi itu jadi punya makna...

lulaby

Aku hanya penonton
duduk manis menunggu jalinan kisah dari satu dua dan tiga...

Bagaimana kelanjutannya... 
cuma mereka yang tentukan semua...
Adakah satu memilih dua...yang lama didambakannya...

Ataukah...satu menetap
citra indah
kan tiga sebagai pendamping karna t'lah sabar dan setia menunggunya...

Satu dua dan tiga...
Aku menunggu akhir cerita...berharap tak ada lagi dilema...
Tidak juga prahara
Hanya bahagia...
Tanpa perlu ada luka
yang mengurangi nilai indahnya cinta....

 

citra indah

lahkan....kapan saja agan bisa datang dan menulis di dinding ini....terimakasih sudah mau mampir...jangan sungkan...datang lagi lain kali ya...ane berharap ini bukan yang terakhir.....


Aku sudah lelah menari...
Selalu sibuk dengan diriku sendiri...
Dapatkah kau pahami
Aku hanya ingin kembali...
Mengganti sepi dengan peduli...
Mencoba menutup hitamku dengan putih...seperti melati

Anggun dalam kesederhanaan...
Wangi...sewangi kembang setaman
citra indah safitri
Andai aku hanya sendiri...
Mungkin akupun tak peduli...
Walau hitamku kubawa mati...

Tapi aku disini...
Diantara mereka yang menanti jawaban pasti...
Bahwa aku akan kembali...
Bersama mereka menyongsong pagi...

Akh....ternyata.... seperti katamu...
Kini hitamku kembali biru....
Berhias kilau emas mentari 
Hmm...aku telah kembali....

:

jinada

dua dan tiga
dimana kalian
aku merasa hanyalah satu
di kurangi bayangan matahari
aku pun jadi satu
kadang dua menanyakan kabarku
lalu aku antusias menanyakan hari harinya
jawaban tentang harinya, hanyalah dingin
atau aku berharap
citra indah square 2
 lebih ya?
lalu tiga pun menelpon satu
satu bercerita panjang oleh tiga
sampe pulsa tiga hampir habis
dia tetep setia
dengerin omngan ga bermutu satu
karna tetap satu tak beranjak
dari dua
dan tiga hanyalah 
pendengar yang baik bagi tiga
tiga sadar itu, tatap dia sabar menunggu satu
kelanjutannya??